Title: Generative Artificial Intelligence in Education, Part One: the Dynamic Frontier Authors: Yu-Chang Hsu and Yu-Hui Ching Publication: TechTrends (2023) 67:603–607 DOI:https://doi.org/10.1007/s11528-023-00863-9

Abstrak: Artikel ini membahas kenaikan dan dampak Kecerdasan Buatan Generatif (GenAI), khususnya ChatGPT, yang mendapatkan perhatian signifikan dengan 1 juta pengguna dalam 5 hari dan 100 juta pengguna dalam 2 bulan setelah peluncurannya pada November 2022. Penulis mengeksplorasi potensi aplikasi dan keuntungan GenAI di sektor pendidikan, keterampilan esensial yang diperlukan di era GenAI, serta tantangan dan kekhawatiran yang terkait.

Pendahuluan:

  • GenAI, seperti ChatGPT, dapat menghasilkan konten baru, termasuk teks, gambar, dan musik.
  • Popularitas ChatGPT meningkat pesat setelah peluncurannya pada November 2022.
  • GenAI berbeda dari sistem AI tradisional dalam kemampuannya menghasilkan konten tanpa klasifikasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Batas Dinamis GenAI:

  • Microsoft mengintegrasikan fungsi obrolan ala ChatGPT dan teknologi GPT-4 ke mesin pencari mereka, Bing.
  • Produk GenAI lainnya termasuk Leonardo.ai dan Midjourney untuk generasi gambar, DALL-E untuk generasi teks ke gambar, Amper Music dan MuseNet untuk musik, dan Synthesia dan InVideo untuk generasi video.

GenAI dalam Pendidikan:

  • GenAI menawarkan berbagai aplikasi dalam pendidikan, mulai dari pembelajaran yang dipersonalisasi hingga membantu guru.
  • ChatGPT dapat mendukung pengajaran, penilaian siswa, pembelajaran siswa, dan komunikasi antara guru dan siswa atau orang tua.
  • GenAI dapat memfasilitasi pembelajaran yang dipersonalisasi, memberikan umpan balik, dan mendukung pembelajaran kolaboratif.

Kemampuan Esensial di Era GenAI:

  • Pengguna perlu belajar bagaimana memberikan petunjuk yang efektif untuk membimbing GenAI.
  • Keterampilan penelitian dan evaluasi kritis sangat penting untuk menilai keakuratan dan potensi bias konten yang dihasilkan GenAI.

Isu dan Kekhawatiran:

  • Akurasi Informasi: GenAI mungkin tidak selalu menyediakan informasi yang mutakhir atau akurat. Istilah “Halusinasi ChatGPT” menggambarkan saat di mana chatbot memberikan informasi yang tampak masuk akal tetapi tidak akurat.
  • Privasi Data: Alat GenAI terus berkembang dan mungkin menggunakan informasi pribadi yang sensitif untuk pelatihan.
  • Bias, Diskriminasi, dan Isu Etika: GenAI mungkin mencerminkan bias yang ada dalam data pelatihan, yang dapat menyebabkan potensi diskriminasi.

Kesimpulan:

  • GenAI telah merevolusi generasi konten, menawarkan berbagai aplikasi, terutama dalam pendidikan.
  • Pengguna perlu berhati-hati dan terinformasi untuk memanfaatkan potensi penuh GenAI sambil menyadari keterbatasannya.

Artikel ini memberikan gambaran rinci tentang kemajuan dan potensi Kecerdasan Buatan Generatif, khususnya dalam ranah pendidikan. Ini menyeimbangkan manfaat GenAI dengan tantangan yang terkait, menjadikannya bacaan komprehensif bagi pendidik, siswa, dan penggemar AI.