1. Standard (Standar)

  • Deskripsi: Prosedur evaluasi harus praktis agar gangguan terhadap proses utama dapat diminimalkan, sehingga informasi penting yang diperlukan dapat diperoleh dengan cara yang efektif. Evaluator harus memastikan bahwa metode yang digunakan dapat diterapkan tanpa menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap kegiatan sehari-hari dari objek yang sedang dievaluasi.
  • Tujuan: Mengurangi gangguan pada proses atau sistem yang dievaluasi serta memastikan pengumpulan data yang lancar dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar hasil evaluasi lebih bermanfaat dan relevan.

2. Overview (Tinjauan Umum)

  • Deskripsi: Prosedur evaluasi melibatkan tindakan khusus yang dilakukan untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi guna menilai atau meninjau suatu objek atau program. Ini mencakup, namun tidak terbatas pada:
    • Bagaimana kontrak atau kesepakatan dengan klien dibentuk.
    • Bagaimana sumber data dipilih dan instrumen evaluasi digunakan.
    • Bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dianalisis, dan disajikan.
    • Bagaimana temuan atau hasil dievaluasi dan digunakan.
  • Inti dari Standar: Evaluator harus memilih prosedur yang mengurangi gangguan pada proses pendidikan atau operasional yang dievaluasi, serta memastikan bahwa prosedur tersebut layak dan realistis mengingat keterbatasan waktu, anggaran, staf, dan ketersediaan data serta partisipan. Evaluator harus mempertimbangkan cara terbaik untuk menggunakan waktu dan sumber daya yang ada dengan efisien.
  • Risiko Tanpa Kepatuhan: Jika prosedur ini tidak diikuti, evaluator dapat merencanakan prosedur yang secara teoritis dapat diterapkan, tetapi pada kenyataannya tidak dapat dilaksanakan karena masalah kepraktisan atau keterbatasan. Hal ini dapat menghabiskan sumber daya tanpa memberikan hasil yang bermanfaat atau dapat digunakan.

3. Guidelines (Panduan)

Panduan ini memberikan langkah-langkah praktis bagi evaluator dalam memilih dan mengimplementasikan prosedur evaluasi:

  • A: Pilih prosedur yang bisa dilaksanakan dengan usaha yang masuk akal. Evaluator harus mempertimbangkan tingkat usaha yang diperlukan untuk setiap prosedur dan memastikan bahwa prosedur tersebut tidak memerlukan sumber daya yang melebihi kapasitas.
  • B: Pertimbangkan waktu yang tersedia dan ketersediaan partisipan. Pilih metode yang sesuai dengan batasan waktu dan tidak mengganggu kegiatan partisipan.
  • C: Konsultasikan dengan partisipan mengenai kepraktisan teknik pengumpulan data sebelum menentukan metode yang digunakan. Ini membantu memastikan bahwa prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi di lapangan.
  • D: Rencanakan prosedur alternatif jika terjadi masalah. Hal ini memungkinkan evaluator untuk memiliki solusi cadangan jika metode utama tidak berjalan sesuai rencana.
  • E: Pastikan ada staf yang terlatih dan cukup untuk menyelesaikan evaluasi. Evaluasi yang baik memerlukan dukungan dari tim yang kompeten, sehingga ketersediaan tenaga kerja yang terampil perlu dipastikan sebelum memulai.
  • F: Uji prosedur dan instrumen untuk menentukan apakah prosedur tersebut praktis dan realistis dari segi waktu. Sebelum menerapkan prosedur secara penuh, ada baiknya dilakukan percobaan awal untuk menilai efisiensinya.
  • G: Konsultasikan kepraktisan rencana sampling dengan partisipan untuk memastikan bahwa rencana pengambilan sampel sesuai dengan kondisi lapangan.

4. Pitfall (Jebakan)

  • Deskripsi: Jebakan umum dalam evaluasi adalah memilih metode pengumpulan dan analisis data langsung dari buku teks atau panduan umum lainnya tanpa mempertimbangkan apakah metode tersebut bisa diterapkan secara realistis dalam kondisi yang spesifik di lapangan. Hal ini sering menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan karena prosedur yang tampak ideal di atas kertas mungkin tidak praktis dalam konteks yang nyata.
  • Risiko: Hal ini dapat menyebabkan masalah yang signifikan dalam pelaksanaan evaluasi, seperti tidak relevannya hasil karena metode yang dipilih tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

5. Caveat (Peringatan)

  • Deskripsi: Perlu ada keseimbangan antara kepraktisan dan akurasi. Evaluator harus mempertimbangkan bahwa, dalam beberapa situasi, mengumpulkan data yang sangat akurat mungkin tidak selalu memungkinkan atau realistis karena kendala di lapangan, seperti keterbatasan sumber daya atau kondisi yang berubah-ubah.
  • Solusi: Jika keadaan menghalangi pengumpulan data yang valid dan andal, evaluator harus bekerja sama dengan klien untuk mengatasi kendala tersebut. Jika masalah tidak dapat diatasi, pertimbangkan untuk menghentikan evaluasi atau melakukan penyesuaian yang sesuai. Misalnya, bisa dilakukan perubahan pada metode atau instrumen pengumpulan data agar lebih sesuai dengan situasi.