Standard
Informasi yang dikumpulkan harus relevan dan dipilih sedemikian rupa sehingga dapat menjawab pertanyaan penting terkait objek evaluasi, serta merespons kebutuhan dan kepentingan audiens yang ditentukan.
Standar ini menekankan bahwa informasi yang dikumpulkan harus relevan dan dipilih dengan tepat agar bisa menjawab pertanyaan penting terkait objek evaluasi. Selain itu, informasi tersebut harus dapat merespons kebutuhan dan kepentingan audiens tertentu yang sudah diidentifikasi. Artinya, evaluator harus fokus pada informasi yang penting, berguna, dan memenuhi tujuan evaluasi. Informasi ini harus mampu mendukung analisis yang relevan dan keputusan yang dapat diambil dari hasil evaluasi.
Overview
Untuk mendapatkan lingkup informasi yang tepat, evaluasi harus relevan dengan tujuan pengambil keputusan, signifikan bagi audiens penting, dan cukup komprehensif untuk mendukung penilaian terhadap kualitas dan manfaat. Evaluasi biasanya melibatkan beberapa audiens yang memiliki kepentingan dalam mempengaruhi desain evaluasi dan mengakses hasilnya. Oleh karena itu, evaluator harus memilih informasi yang paling penting, dapat dipahami, dan bermanfaat, serta mempertimbangkan semua variabel penting (misalnya, efektivitas, dampak merugikan, biaya, kebutuhan sosial, dan kelayakan), bahkan jika audiens tidak secara eksplisit memintanya.
Untuk mencapai cakupan informasi yang sesuai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Evaluasi harus relevan dengan tujuan pengambil keputusan, serta penting bagi audiens yang terlibat.
- Informasi yang dikumpulkan harus cukup komprehensif untuk mendukung penilaian atas nilai dan manfaat objek yang dievaluasi.
- Evaluasi biasanya melibatkan beberapa audiens yang memiliki kesempatan untuk mempengaruhi desain evaluasi serta mengakses hasilnya. Masing-masing audiens mungkin mengajukan berbagai pertanyaan atau memiliki sudut pandang yang berbeda tentang objek yang dievaluasi.
- Evaluator harus memilih informasi yang paling penting dan relevan dari berbagai sudut pandang audiens. Mereka juga harus mampu menilai objek berdasarkan variabel penting seperti efektivitas, dampak negatif, biaya, kebutuhan sosial, serta kelayakan—bahkan jika audiens tidak secara eksplisit meminta informasi tersebut.
- Proses ini tidak akan selalu mencakup semua informasi yang diminta oleh setiap audiens, karena tidak semua informasi sama pentingnya atau esensial untuk evaluasi. Informasi yang kurang penting atau tidak relevan harus dihilangkan, dan fokus harus diberikan pada hal-hal yang paling relevan.
Guidelines:
A. Wawancarai perwakilan dari audiens utama untuk memahami kebutuhan informasi mereka yang berbeda-beda.
- Evaluator harus mewawancarai perwakilan dari audiens utama untuk memahami pandangan dan kebutuhan informasi mereka. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi dari berbagai audiens, serta kemungkinan adanya konflik antar audiens terkait informasi yang mereka butuhkan.
B. Pastikan bahwa pertanyaan yang diajukan kepada responden terkait dengan tujuan evaluasi.
- Evaluator harus memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan kepada audiens langsung berkaitan dengan tujuan evaluasi. Ini penting agar informasi yang didapatkan dapat digunakan untuk evaluasi.
C. Hindari kesan bahwa semua pertanyaan audiens akan terjawab.
- Evaluator harus berhati-hati agar tidak memberi kesan bahwa semua pertanyaan audiens akan dijawab dalam evaluasi, terutama jika ada keterbatasan waktu atau sumber daya.
D. Berikan fleksibilitas untuk menambahkan pertanyaan selama evaluasi.
- Evaluator harus membuka ruang untuk pertanyaan tambahan selama evaluasi berlangsung. Dengan kata lain, harus ada fleksibilitas untuk menambahkan pertanyaan yang relevan yang mungkin belum dipertimbangkan sebelumnya.
E. Libatkan audiens dalam mengidentifikasi topik penting dan bekerja sama dengan perwakilan audiens untuk memberi peringkat kepentingan setiap topik.
- Evaluator harus bekerja sama dengan klien untuk mengidentifikasi topik-topik penting berdasarkan urutan kepentingannya, serta bekerja dengan perwakilan audiens untuk memberi peringkat pada topik-topik tersebut.
F. Bekerja dengan klien untuk menyiapkan daftar topik yang harus dibahas dan memastikan bahwa topik yang tidak diminta, tetapi penting menurut evaluator, tetap diperhatikan.
- Setelah mendapatkan daftar topik yang perlu dibahas, evaluator harus membantu klien menghapus topik yang dianggap kurang penting dari daftar dan menekankan topik-topik penting yang mungkin belum diperhatikan.
Pitfalls:
- A. Gagal mempertimbangkan tingkat keahlian teknis audiens ketika menentukan informasi apa yang harus dikumpulkan dan bagaimana cara menganalisisnya.
- B. Mengabaikan pembaruan persyaratan informasi melalui kontak berkala dengan klien.
- C. Mengumpulkan informasi hanya karena mudah didapatkan, bukan karena diperlukan.
- D. Gagal mempertimbangkan keseimbangan antara komprehensivitas dan selektivitas dalam setiap tahap evaluasi.
Caveats:
- A. Sadarilah bahwa komprehensivitas harus diimbangi dengan selektivitas.
- B. Fokus pada tujuan utama evaluasi dan mengejar pertanyaan menarik lainnya hanya jika sumber daya memungkinkan.
