Standard:

Standard ini menjelaskan bahwa audiens yang terlibat atau terpengaruh oleh evaluasi harus diidentifikasi sehingga kebutuhan mereka dapat diperhatikan.

Standar A1 Audience Identification, menyatakan bahwa audiens yang terlibat dalam atau dipengaruhi oleh evaluasi harus diidentifikasi. Identifikasi ini penting agar kebutuhan audiens dapat diperhatikan dalam proses evaluasi. Jika audiens tidak diidentifikasi dengan jelas, evaluasi mungkin tidak akan relevan dengan kebutuhan mereka, sehingga mengurangi manfaat dari hasil evaluasi itu sendiri. Evaluasi harus memperhatikan audiens yang paling berpengaruh atau yang paling terkena dampak agar hasil evaluasi bisa digunakan secara efektif untuk pengambilan keputusan.

Overview:

Evaluasi hampir selalu melibatkan berbagai macam audiens. Audiens ini termasuk mereka yang akan menggunakan hasil evaluasi untuk membuat keputusan, seperti lembaga pendidikan, administrator, staf pengajaran, atau kelompok konsumen yang membeli barang dan jasa yang dinilai. Audiens juga bisa berupa kelompok individu yang pekerjaannya sedang diteliti, mereka yang akan terkena dampak dari hasil evaluasi, organisasi masyarakat, atau masyarakat umum. Pentingnya mengidentifikasi dan menentukan peringkat audiens sesuai dengan keterbatasan waktu dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka sangat ditekankan. Jika audiens tidak diidentifikasi dengan baik, hasil evaluasi mungkin akan diabaikan atau mendapat kritik karena tidak relevan dengan pertanyaan yang ada. Sebaliknya, evaluasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi audiens yang teridentifikasi cenderung mendapat tanggapan positif.

Evaluasi biasanya melibatkan berbagai audiens dengan kebutuhan dan tujuan yang berbeda. Audiens ini dapat berupa:

  • Pengambil keputusan: seperti administrator, legislator, staf pengajar, atau kelompok besar konsumen yang membeli barang dan jasa yang dinilai. Mereka akan menggunakan hasil evaluasi untuk membuat keputusan penting.
  • Individu atau kelompok yang pekerjaannya sedang dievaluasi: misalnya, kelompok kerja tertentu atau komunitas yang dipengaruhi oleh hasil evaluasi.
  • Masyarakat umum: dalam beberapa kasus, hasil evaluasi juga dapat mempengaruhi komunitas yang lebih luas atau masyarakat umum.

Penting untuk mengidentifikasi dan mengurutkan prioritas audiens berdasarkan ketersediaan sumber daya dan waktu, serta mengakomodasi kebutuhan informasi mereka. Tanpa identifikasi yang jelas, evaluasi bisa menjadi akademis semata, tidak relevan dengan kebutuhan audiens yang sebenarnya, atau mendapat kritik karena dianggap tidak relevan dengan pertanyaan kunci. Evaluasi yang terencana dengan baik, di mana audiens yang diidentifikasi dipertimbangkan dengan hati-hati, akan lebih mungkin menghasilkan tanggapan yang positif.

Guidelines:

Panduan ini menyarankan beberapa langkah penting:

  1. Identifikasi orang-orang dalam peran kepemimpinan terlebih dahulu karena mereka dapat membantu evaluator untuk memilih audiens lainnya.
  2. Kontak perwakilan dari audiens yang diidentifikasi untuk mengetahui pandangan mereka tentang evaluasi, bagaimana mereka akan menggunakan hasil evaluasi, dan informasi apa yang akan bermanfaat bagi mereka.
  3. Capai pemahaman bersama dengan klien mengenai pentingnya audiens potensial dan informasi yang mereka inginkan, serta rencanakan pengumpulan data dan kegiatan pelaporan sesuai dengan itu.

Pitfall:

Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat evaluasi terlalu umum dengan mencoba menangani kebutuhan dari audiens yang berbeda dalam satu laporan.

Kesalahan utama adalah membuat evaluasi terlalu luas atau general, dengan berusaha memenuhi kebutuhan dari audiens yang beragam dalam satu laporan tunggal. Setiap audiens mungkin memiliki kebutuhan informasi yang berbeda, sehingga jika tidak ada prioritas yang jelas, evaluasi bisa menjadi terlalu luas dan tidak fokus. Hal ini akan membuat hasil evaluasi kurang bermanfaat bagi setiap kelompok audiens karena tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

Caveats:

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Laporan tambahan yang disesuaikan untuk audiens tertentu harus berhati-hati agar tidak mendistorsi hasil evaluasi.
  2. Setelah mengidentifikasi audiens, rencanakan untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka sesuai dengan waktu dan sumber daya yang tersedia.
  3. Dalam menghubungi audiens, berhati-hatilah agar tidak menyiratkan bahwa semua kebutuhan informasi mereka akan dipenuhi, melainkan bantu mereka mengembangkan harapan realistis yang memperhitungkan kendala metodologis, finansial, dan politik dalam evaluasi.