1. Uji Normalitas
Asumsi: Data terdistribusi normal.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- ANOVA, ANCOVA: Untuk membandingkan rata-rata antar kelompok.
- MANOVA, MANCOVA: Untuk membandingkan rata-rata multivariat antar kelompok.
- Regresi Linier: Syarat bahwa residual harus terdistribusi normal.
- Uji-t (independen/berpasangan): Membandingkan rata-rata dua kelompok.
- Korelasi Pearson: Hubungan linier antara dua variabel.
- Analisis Jalur (Path Analysis): Syarat untuk pengujian model linier.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Uji Shapiro-Wilk (untuk data kecil, <50) atau Kolmogorov-Smirnov (untuk data besar, >50).
- p-value > 0,05 menunjukkan data terdistribusi normal.
- Grafik:
- Histogram: Pola lonceng menunjukkan normalitas.
- Q-Q Plot: Titik-titik mengikuti garis diagonal menunjukkan distribusi normal.
Interpretasi Grafik:
- Histogram: Jika asimetris atau memiliki outlier besar, data mungkin tidak normal.
- Q-Q Plot: Jika titik jauh dari garis diagonal, distribusi tidak normal.
2. Uji Homogenitas Varians
Asumsi: Varians antar kelompok adalah sama.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- ANOVA, ANCOVA: Membandingkan rata-rata antar kelompok dengan asumsi varians homogen.
- MANOVA, MANCOVA: Membandingkan rata-rata multivariat antar kelompok.
- Uji-t independen: Varians dua kelompok harus homogen.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Uji Levene: p-value > 0,05 menunjukkan varians homogen.
- Uji Bartlett: Digunakan jika data normal.
- Grafik:
- Boxplot: Kotak antar kelompok memiliki ukuran yang mirip.
Interpretasi Grafik:
- Jika ukuran kotak sangat berbeda, varians antar kelompok tidak homogen.
3. Uji Linieritas
Asumsi: Hubungan antara variabel independen dan dependen adalah linier.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- Regresi Linier Sederhana dan Berganda: Hubungan linier adalah asumsi dasar.
- Korelasi Pearson: Mengasumsikan hubungan linier antara variabel.
- Analisis Jalur (Path Analysis): Menentukan hubungan linier antar variabel dalam model.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Uji Linieritas dengan ANOVA (fit garis linier vs garis kurva).
- p-value > 0,05 menunjukkan hubungan linier.
- Grafik:
- Scatterplot: Pola titik membentuk garis lurus.
Interpretasi Grafik:
- Jika pola titik melengkung atau acak tanpa pola, hubungan mungkin tidak linier.
4. Uji Multikolinearitas
Asumsi: Tidak ada hubungan kuat antara variabel independen.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- Regresi Linier Berganda: Multikolinearitas dapat membuat hasil regresi bias.
- Analisis Jalur (Path Analysis): Hubungan independen antar prediktor penting.
- SEM (Structural Equation Modeling): Hubungan antar variabel harus unik.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Tolerance > 0,1 dan Variance Inflation Factor (VIF) < 10 menunjukkan tidak ada multikolinearitas.
- Grafik: Tidak ada grafik spesifik untuk uji ini.
Interpretasi Nilai:
- VIF > 10 menunjukkan multikolinearitas tinggi.
5. Uji Independen Residual
Asumsi: Residual tidak berhubungan satu sama lain.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- Regresi Linier Sederhana dan Berganda: Residual yang independen memastikan estimasi yang valid.
- Analisis Jalur (Path Analysis): Residual tidak boleh berkorelasi satu sama lain.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Uji Durbin-Watson: Nilai antara 1,5–2,5 menunjukkan independensi.
- Grafik:
- Plot residual terhadap nilai prediksi: Residual harus tersebar acak.
Interpretasi Grafik:
- Pola residual seperti lengkung menunjukkan adanya hubungan antar residual.
6. Uji Homoskedastisitas
Asumsi: Variabilitas residual sama di semua tingkat prediktor.
Analisis yang memerlukan uji ini:
- Regresi Linier Sederhana dan Berganda: Untuk memastikan hasil estimasi yang tidak bias.
- Analisis Jalur (Path Analysis): Untuk memastikan residual konsisten.
- ANOVA, ANCOVA: Kadang diperlukan jika mengevaluasi residual.
Cara Pengujian:
- Nilai Ukur:
- Uji Breusch-Pagan: p-value > 0,05 menunjukkan homoskedastisitas.
- Grafik:
- Scatterplot residual terhadap nilai prediksi: Pola penyebaran harus acak.
Interpretasi Grafik:
- Pola seperti corong menunjukkan heteroskedastisitas (asumsi tidak terpenuhi).
Alternatif Jika Asumsi Tidak Terpenuhi
- Uji Non-Parametrik:
Gunakan uji non-parametrik seperti Uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, atau Spearman jika asumsi normalitas atau homogenitas varians tidak terpenuhi. - Transformasi Data:
Lakukan transformasi (log, square root, dll.) untuk memperbaiki distribusi atau homogenitas varians. - Bootstraping:
Teknik resampling ini dapat digunakan untuk mengatasi pelanggaran asumsi statistik tertentu.
