Ubiquitous Learning, atau pembelajaran yang ada di mana-mana, mengacu pada konsep di mana pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan ruang atau waktu. Sering dikaitkan dengan penggunaan teknologi, terutama perangkat mobile dan akses internet, yang memungkinkan peserta didik untuk belajar di luar lingkungan kelas tradisional.

1. Wolfram|Alpha: Computational Intelligence

Wolfram|Alpha memberikan jawaban tingkat ahli menggunakan algoritma canggih Wolfram, basis pengetahuan, dan teknologi AI.

Layanan ini mencakup berbagai topik, termasuk:

  • Matematika: Solusi Langkah demi Langkah, Matematika Dasar, Aljabar, Plotting & Grafik, Kalkulus & Analisis, Geometri, Persamaan Diferensial, Statistik, dan topik lainnya.
  • Sains & Teknologi: Satuan & Ukuran, Fisika, Kimia, Teknik, Ilmu Komputasi, Ilmu Bumi, Material, Transportasi, dan lainnya.
  • Masyarakat & Budaya: Orang, Seni & Media, Tanggal & Waktu, Kata & Linguistik, Uang & Keuangan, Makanan & Nutrisi, Geografi Politik, Sejarah, dan lainnya.
  • Kehidupan Sehari-hari: Kesehatan Pribadi, Keuangan Pribadi, Hiburan, Ilmu Rumah Tangga, Matematika Rumah Tangga, Hobi, Dunia Hari Ini, dan lainnya.

2. Duolingo

Duolingo adalah platform pembelajaran bahasa yang populer yang menawarkan kursus dalam berbagai bahasa. Berikut adalah beberapa poin kunci tentang Duolingo:

  1. Interaktif dan Menyenangkan: Duolingo dirancang dengan pendekatan game-like, di mana pengguna dapat menyelesaikan berbagai level dan tantangan untuk memajukan kemampuan bahasa mereka.
  2. Beragam Bahasa: Duolingo menawarkan kursus dalam banyak bahasa, mulai dari yang paling umum seperti Inggris, Spanyol, dan Prancis, hingga bahasa yang kurang umum seperti Swahili atau Navajo.
  3. Adaptif: Kursus di Duolingo disesuaikan dengan kemajuan dan kebutuhan setiap pengguna, memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan dan sesuai dengan tingkat kemampuan pengguna.
  4. Gratis dengan Opsi Premium: Meskipun sebagian besar konten di Duolingo dapat diakses secara gratis, mereka juga menawarkan opsi berlangganan premium yang disebut Duolingo Plus. Ini memberikan pengguna akses ke fitur tambahan dan pengalaman tanpa iklan.
  5. Komunitas yang Aktif: Duolingo memiliki komunitas pengguna yang besar dan aktif. Pengguna dapat berinteraksi satu sama lain, berbagi tips, dan bertukar informasi.
  6. Tersedia di Berbagai Perangkat: Duolingo dapat diakses melalui situs webnya dan juga memiliki aplikasi mobile untuk iOS dan Android, memungkinkan pengguna untuk belajar di mana saja dan kapan saja.
  7. Pendekatan Ilmiah: Duolingo menggunakan pendekatan berbasis data dan ilmiah dalam merancang kursusnya, memastikan efektivitas metode pembelajaran yang mereka tawarkan.

3. Popplet

Popplet adalah alat visualisasi yang memungkinkan pengguna untuk mengorganisir dan memvisualisasikan ide-ide mereka dalam bentuk peta pikiran atau peta konsep. Berikut adalah beberapa poin kunci tentang Popplet:

  1. Fleksibilitas: Popplet memungkinkan pengguna untuk membuat peta pikiran, peta konsep, timeline, dan berbagai jenis diagram lainnya. Ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari perencanaan proyek hingga brainstorming ide.
  2. Integrasi Media: Salah satu fitur unik dari Popplet adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai jenis media ke dalam peta pikiran, termasuk gambar, video, dan teks.
  3. Kolaborasi: Popplet mendukung kerja sama tim, memungkinkan beberapa pengguna untuk bekerja pada satu peta pikiran secara bersamaan.
  4. Antarmuka yang Mudah Digunakan: Dengan antarmuka drag-and-drop yang intuitif, Popplet memudahkan pengguna untuk membuat dan mengedit peta pikiran mereka.
  5. Tersedia di Berbagai Perangkat: Selain versi webnya, Popplet juga menawarkan aplikasi mobile, memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit peta pikiran di mana saja dan kapan saja.
  6. Penggunaan di Bidang Pendidikan: Banyak guru dan pendidik yang menggunakan Popplet sebagai alat pembelajaran untuk membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep yang kompleks.

4. Photomath

hotomath adalah aplikasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami konsep matematika dan menyelesaikan masalah matematika dengan mudah. Berikut adalah beberapa informasi tentang Photomath:

  1. Sejarah Perusahaan: Photomath diciptakan oleh seorang ayah yang mencari cara untuk membantu anak-anaknya dengan pekerjaan rumah matematika mereka. Damir, sang pendiri, yang memiliki latar belakang sebagai insinyur, sering merasa tantangan ketika mencoba menjelaskan konsep matematika dengan cara yang mudah dan dapat didekati. Dari perjuangannya inilah muncul ide untuk Photomath.
  2. Pencapaian: Dengan lebih dari 300 juta unduhan, Photomath saat ini adalah aplikasi matematika yang paling banyak digunakan di dunia.
  3. Misi: Misi Photomath saat ini adalah membantu orang memahami matematika, satu langkah demi satu langkah. Mereka percaya bahwa setiap orang dapat mahir dalam matematika.
  4. Statistik:

    • Lebih dari 300 juta unduhan aplikasi.
    • Tersedia di lebih dari 200 negara.
    • Mendukung lebih dari 30 bahasa.

Photomath memungkinkan pengguna untuk memindai masalah matematika dengan kamera ponsel mereka dan mendapatkan solusi langkah demi langkah untuk masalah tersebut. Ini adalah alat yang sangat berguna bagi siswa, guru, dan siapa pun yang membutuhkan bantuan tambahan dalam matematika.

5. Memrise

Memrise adalah platform pembelajaran bahasa yang dirancang dengan pendekatan berbasis penelitian untuk membuat proses belajar bahasa menjadi lebih mudah dan cepat. Berikut adalah beberapa informasi tentang Memrise:

  1. Sejarah Perusahaan: Memrise didirikan oleh Ed Cooke, Ben Whately, dan Greg Detre, tiga teman yang bertemu saat belajar ilmu saraf dan psikologi di Universitas Oxford. Mereka memiliki ketertarikan bersama dalam cara manusia belajar dan bertekad untuk menggunakan teknologi untuk membantu orang belajar dengan lebih efektif.
  2. Pendiri dan Latar Belakang:

    • Ed Cooke, setelah lulus, mendalami teknik memori dan menjadi Grandmaster of Memory. Ia bahkan memenangkan kejuaraan memori AS dan melatih seorang jurnalis untuk memenangkannya tahun berikutnya, sebuah kisah yang dicatat dalam buku “Moonwalking with Einstein”.
    • Greg Detre melanjutkan studinya di Princeton untuk mendapatkan gelar PhD di bidang ilmu saraf.
    • Ben Whately pindah ke Qiqihaer, sebuah kota di perbatasan Sino-Siberia, untuk mengajarkan dirinya bahasa Cina dengan menerapkan teorinya tentang akuisisi bahasa kedua.

  3. Misi dan Pendekatan: Memrise menggabungkan teknik memori, pemahaman mendalam tentang ilmu saraf, dan pendekatan baru terhadap akuisisi bahasa kedua untuk membuat pembelajaran bahasa menjadi jauh lebih mudah dan cepat.
  4. Berdasarkan Penelitian: Memrise tumbuh dari penelitian serius, dan pendekatan berbasis penelitian tetap menjadi inti dari organisasi mereka. Mereka percaya bahwa mereka dapat secara radikal mengubah kemampuan orang biasa untuk menjadi multibahasa.
  5. Visi: Memrise percaya bahwa menjadi seorang poliglot akan menjadi norma di masa depan. Mereka berkomitmen untuk terus bereksperimen dengan teknologi terbaru untuk mewujudkan visi ini.

6. ShowMe Interactive Whiteboard

ShowMe Interactive Whiteboard adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi pelajaran, tutorial, dan presentasi interaktif. Aplikasi ini dirancang khusus untuk pendidik, tetapi juga dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin berbagi pengetahuan atau ide.

Fitur Utama:

  1. Papan Tulis Interaktif: Pengguna dapat menulis, menggambar, dan menambahkan gambar ke papan tulis virtual mereka.
  2. Rekam dan Bagikan: Pengguna dapat merekam pelajaran mereka dan berbagi dengan komunitas atau secara pribadi.
  3. Galeri Pelajaran: ShowMe memiliki galeri pelajaran yang dibuat oleh pengguna lain yang dapat diakses untuk inspirasi atau pembelajaran.
  4. Integrasi dengan Perangkat Lain: Aplikasi ini dapat digunakan pada tablet dan perangkat seluler lainnya, memungkinkan pengguna untuk membuat pelajaran di mana saja.
  5. Kolaborasi: Pengguna dapat berkolaborasi dengan pengguna lain untuk membuat pelajaran bersama atau memberikan umpan balik.

7. DragonBox

DragonBox adalah perusahaan yang berfokus pada pembuatan alat pembelajaran berbasis game yang inovatif dan menarik. DragonBox terdiri dari tim ahli pendidikan, guru yang berdedikasi, pengembang game, desainer, ilmuwan kognitif, penulis, dan seniman yang memiliki semangat untuk menciptakan alat pembelajaran berbasis game yang inovatif dan menarik. Misi mereka adalah menciptakan pengalaman belajar terbaik untuk anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. Alat pembelajaran mereka telah memenangkan beberapa penghargaan internasional dan saat ini digunakan oleh lebih dari satu juta orang tua, guru, dan anak-anak di seluruh dunia. Berikut beberapa ulasan terkait DragonBox :

  1. Pembelajaran Berbasis Game: DragonBox menggunakan pendekatan berbasis game untuk membuat konsep matematika menjadi menarik dan mudah dipahami.
  2. Progresif: Game-game mereka dirancang untuk memandu pengguna melalui konsep-konsep dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap.
  3. Interaktif: Pengguna dapat berinteraksi dengan elemen-elemen di game untuk memahami konsep matematika dengan lebih mendalam.
  4. Visualisasi Konsep: DragonBox menggunakan visualisasi untuk menjelaskan konsep-konsep matematika yang kompleks.
  5. Panduan Langkah demi Langkah: Beberapa game mereka menyediakan panduan langkah demi langkah untuk menyelesaikan masalah matematika.
  6. Adaptif: Game-game mereka disesuaikan dengan kemajuan dan kebutuhan setiap pengguna.
  7. Kolaborasi: Beberapa game mereka memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi atau berkompetisi dengan pengguna lain.
  8. Tersedia di Berbagai Perangkat: DragonBox memiliki aplikasi yang tersedia untuk berbagai platform, termasuk iOS, Android, dan web.

8. Google Arts & Culture

Google Arts & Culture adalah inisiatif dari Google yang bertujuan untuk mempromosikan seni dan budaya dari seluruh dunia. Melalui kerja sama dengan berbagai museum, galeri, dan institusi di seluruh dunia, Google Arts & Culture menyediakan akses ke ribuan karya seni, artefak, dan dokumen sejarah dalam kualitas tinggi. Platform ini memanfaatkan teknologi seperti realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR) untuk memberikan pengalaman yang mendalam dan mendidik kepada pengguna. Pengguna dapat menjelajahi berbagai tema, dari sejarah seni hingga peristiwa sejarah tertentu, melalui pameran virtual yang dikurasi.

Google Arts & Culture juga merupakan sumber daya pendidikan yang berharga, dengan berbagai alat dan materi pembelajaran yang dirancang untuk guru dan siswa. Platform ini terintegrasi dengan produk Google lainnya, seperti Google Maps, yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi lokasi bersejarah dan tempat-tempat budaya dalam tampilan 360 derajat.

Google Arts & Culture juga memiliki aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi koleksi dan pameran saat dalam perjalanan. Salah satu fitur populer adalah “Art Selfie”, di mana pengguna dapat mengambil foto diri mereka dan menemukan karya seni yang mirip dengan wajah mereka.

Google Arts & Culture adalah upaya untuk menjadikan seni dan budaya lebih mudah diakses dan dinikmati oleh semua orang, di mana pun mereka berada.

9. SoloLearn

SoloLearn adalah platform pembelajaran pemrograman online yang menawarkan berbagai kursus pemrograman untuk pemula hingga tingkat lanjut.

Fitur Utama:

  1. Beragam Kursus: SoloLearn menawarkan kursus dalam berbagai bahasa pemrograman dan teknologi, termasuk Python, Java, C++, JavaScript, dan banyak lagi.
  2. Pembelajaran Interaktif: Setiap modul kursus dilengkapi dengan kuis dan latihan interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari.
  3. Komunitas: SoloLearn memiliki komunitas yang aktif, di mana pengguna dapat berbagi kode, bertanya, dan berdiskusi tentang topik-topik pemrograman.
  4. Tantangan Pemrograman: Pengguna dapat berpartisipasi dalam tantangan pemrograman untuk menguji keterampilan mereka dan belajar dari solusi yang diberikan oleh pengguna lain.
  5. Akses Gratis: Sebagian besar konten di SoloLearn dapat diakses secara gratis, meskipun ada juga fitur premium yang memerlukan langganan.
  6. Aplikasi Mobile: SoloLearn memiliki aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk belajar pemrograman di mana saja dan kapan saja.

10. Socratic by Google

Socratic by Google adalah aplikasi pendidikan yang dirancang untuk membantu siswa dengan pekerjaan rumah mereka. Socratic menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu siswa menemukan jawaban dan penjelasan untuk berbagai pertanyaan pekerjaan rumah dalam berbagai subjek. Pengguna dapat memindai pertanyaan atau masalah dengan kamera ponsel mereka, dan aplikasi akan memberikan jawaban atau penjelasan yang relevan. Selain memberikan jawaban, Socratic juga menyediakan penjelasan mendalam tentang topik tertentu untuk membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik. Aplikasi ini mengintegrasikan video pendidikan dari berbagai sumber untuk memberikan penjelasan visual tentang konsep-konsep tertentu. Socratic mendukung berbagai subjek, termasuk matematika, sains, sejarah, sastra, dan banyak lagi. Socratic memiliki komunitas pengguna yang aktif, di mana siswa dapat berbagi pertanyaan, jawaban, dan sumber daya pembelajaran. Sebagai bagian dari ekosistem Google, Socratic terintegrasi dengan berbagai layanan Google lainnya, memungkinkan pengguna untuk mengakses sumber daya tambahan dan informasi.