Standard:
Perspektif, prosedur, dan alasan yang digunakan untuk menafsirkan temuan harus dijelaskan dengan hati-hati, sehingga dasar untuk penilaian nilai (value judgments) menjadi jelas.
Perspektif, prosedur, dan alasan yang digunakan dalam menafsirkan hasil evaluasi harus dijelaskan dengan sangat hati-hati. Hal ini penting karena dasar dari penilaian nilai (value judgments) harus jelas. Penilaian nilai digunakan untuk menentukan apakah suatu objek atau hasil evaluasi itu baik atau buruk, bermanfaat atau tidak. Oleh karena itu, penilaian nilai memerlukan dasar yang kuat dan transparan agar dapat dipahami dan diterima oleh pihak yang berkepentingan.
Overview:
- Nilai (Value) adalah istilah inti dalam evaluasi. Menilai atau memberi nilai (rating) terhadap suatu objek berdasarkan kegunaannya, kepentingannya, atau nilai umumnya adalah tugas mendasar dalam banyak evaluasi. Tugas utamanya adalah menafsirkan pentingnya temuan evaluatif yang diperoleh dari evaluasi. Informasi seperti ini—baik kuantitatif maupun kualitatif, proses atau produk, formatif atau sumatif—tidak akan berarti banyak kecuali jika ditafsirkan dalam konteks apa yang baik dan buruk.
- Melakukan interpretasi nilai atas informasi yang diperoleh adalah usaha yang kompleks dan kontroversial, melibatkan keputusan tentang perspektif nilai yang digunakan dan prosedur yang akan digunakan.
Guidelines:
A. Pertimbangkan alternatif untuk menafsirkan temuan, misalnya: tujuan proyek, spesifikasi prosedural, hukum, norma kelembagaan, idealisme demokratis, preferensi kelompok konsumen, atau kelompok perbandingan.
Evaluator harus mempertimbangkan berbagai alternatif untuk menafsirkan temuan evaluatif. Ini dapat meliputi tujuan proyek, spesifikasi prosedural, hukum dan regulasi, tujuan institusional, nilai-nilai demokratis, kebutuhan kelompok konsumen, harapan dari audiens yang terlibat, dan referensi dari kelompok perbandingan. Misalnya, penilaian proyek pendidikan dapat mempertimbangkan tujuan pendidikan yang berbeda-beda, atau penilaian terhadap produk tertentu dapat memperhitungkan kebutuhan konsumen yang berbeda.
B. Pertimbangkan interpretasi nilai alternatif dari berbagai pihak yang terlibat (evaluators, klien, audiens, dan otoritas regulasi).
Evaluator harus mempertimbangkan berbagai alternatif interpretasi nilai dari berbagai pihak, termasuk evaluator, klien, audiens, otoritas pengatur, dan pihak-pihak lain yang relevan. Ini membantu memastikan bahwa interpretasi yang dilakukan mencerminkan beragam pandangan dan kepentingan.
C. Pertimbangkan teknik alternatif untuk memberikan makna pada informasi yang dikumpulkan.
Evaluator harus mempertimbangkan penggunaan teknik alternatif untuk memberikan makna pada informasi yang dikumpulkan. Teknik ini bisa mencakup pembentukan tim advokasi untuk memperjelas perbedaan pandangan, pelibatan audiens dalam menafsirkan hasil, atau melibatkan panel ahli untuk memberikan perspektif tambahan.
Pitfalls:
A. Mengasumsikan bahwa evaluasi harus objektif dalam arti terlepas dari penilaian nilai.
B. Gagal menentukan perspektif nilai mana (misalnya, pendidikan, sosial, ekonomi, atau ilmiah) yang relevan dalam interpretasi hasil evaluasi.
C. Merancang prosedur pengumpulan data dan analisis tanpa mempertimbangkan kriteria yang akan digunakan untuk menafsirkan temuan.
Caveats:
A. Jangan terlalu fokus pada masalah yang berkaitan dengan penilaian nilai sehingga mengabaikan analisis yang lebih penting dari informasi yang diperoleh.
B. Jangan membatasi upaya untuk menilai objek hanya pada variabel tertentu, tetapi pertimbangkan penilaian awal jika perlu.
C. Akui bahwa keputusan nilai sering kali sewenang-wenang dan karenanya harus diperdebatkan.
