1. Mendefinisikan Masalah: Mulailah dengan ringkasan 2-3 halaman tentang celah dalam literatur, pertanyaan penelitian, dan mengapa itu penting bagi audiens yang dipilih.
Mendefinisikan masalah adalah langkah awal dan krusial dalam proses penulisan tinjauan literatur. Langkah ini melibatkan pembuatan ringkasan 2-3 halaman yang berisi beberapa komponen penting:
- Identifikasi Celah: Ini melibatkan penelitian mendalam untuk mengidentifikasi apa yang belum diteliti atau kurang diteliti dalam literatur yang ada. Tujuannya adalah untuk menemukan area di mana penelitian lebih lanjut diperlukan, sehingga memberikan kontribusi baru bagi bidang studi.
- Pertanyaan Penelitian: Setelah celah teridentifikasi, Anda harus merumuskan satu atau lebih pertanyaan penelitian yang akan mengarahkan tinjauan literatur Anda. Pertanyaan-pertanyaan ini harus spesifik, dapat diukur, dan dapat dijawab melalui penelitian yang Anda lakukan.
- Signifikansi Masalah: Jelaskan mengapa celah ini penting untuk dijembatani dan bagaimana menjawab pertanyaan penelitian Anda akan membawa manfaat atau peningkatan dalam bidang tersebut. Hal ini mencakup dampak potensial terhadap pengetahuan, praktik, kebijakan, atau aspek sosial lainnya yang terkait dengan topik.
- Kepentingan bagi Audiens: Anda juga perlu menyatakan dengan jelas mengapa temuan Anda akan relevan untuk audiens yang Anda sasar. Ini dapat melibatkan komunitas akademis, praktisi di bidang terkait, pembuat kebijakan, atau masyarakat umum. Kepentingan ini harus terkait langsung dengan celah yang Anda identifikasi dan harus menggarisbawahi pentingnya pekerjaan Anda dalam konteks yang lebih luas.
Ringkasan ini tidak hanya membantu memfokuskan penelitian Anda tetapi juga memberikan pembaca pandangan awal tentang arah dan tujuan tinjauan literatur Anda. Ini harus ditulis dengan jelas dan ringkas, menggarisbawahi pentingnya penelitian Anda secara persuasif.
2. Pencarian Literatur: Lakukan pencarian literatur yang ada secara menyeluruh.
Pencarian literatur adalah proses sistematis untuk mengumpulkan dan meninjau publikasi yang relevan dengan topik penelitian Anda. Ini adalah langkah penting dalam proses tinjauan literatur yang memastikan Anda memiliki pemahaman yang komprehensif tentang pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya dalam bidang studi Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:
- Menentukan Sumber: Tentukan database dan perpustakaan yang akan Anda gunakan untuk mencari literatur. Ini mungkin termasuk database akademik seperti PubMed, Scopus, atau Web of Science, serta katalog perpustakaan dan arsip digital.
- Kata Kunci Pencarian: Kembangkan daftar kata kunci dan frasa yang akan digunakan dalam pencarian Anda. Ini harus mencerminkan istilah-istilah penting yang terkait dengan topik penelitian Anda dan variabel yang relevan.
- Strategi Pencarian: Gunakan kata kunci tersebut untuk membuat strategi pencarian yang efektif. Ini mungkin melibatkan penggunaan operator Boolean seperti “AND”, “OR”, dan “NOT” untuk memperluas atau mempersempit pencarian Anda.
- Seleksi Sumber: Tinjau hasil pencarian dan pilih sumber yang paling relevan dengan pertanyaan penelitian Anda. Ini termasuk artikel jurnal, buku, konferensi, tesis, laporan, dan dokumentasi pemerintah.
- Penilaian Kualitas: Lakukan penilaian kritis terhadap literatur yang Anda temukan untuk memastikan kualitas dan relevansi sumber. Perhatikan metodologi, sampel, hasil, dan kesimpulan dari setiap studi.
- Organisasi Literatur: Susun literatur yang Anda kumpulkan secara sistematis. Anda dapat mengorganisirkannya berdasarkan tema, metodologi, kronologi, atau sebarang kategorisasi lain yang mendukung tinjauan Anda.
- Dokumentasi: Catat semua rincian bibliografi dengan benar untuk memudahkan referensi di masa depan dan untuk menghindari plagiarisme. Gunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti EndNote atau Zotero jika perlu.
- Pembaruan Pencarian: Pencarian literatur harus diperbarui secara berkala untuk memastikan bahwa informasi terkini dan relevan tidak terlewat.
Pencarian literatur yang menyeluruh memungkinkan Anda untuk mendapatkan wawasan yang dalam tentang apa yang sudah diketahui, pertanyaan apa yang masih belum terjawab, dan bagaimana penelitian Anda dapat berkontribusi untuk mengisi kekosongan pengetahuan tersebut.
3. Merangkum: Buat daftar pustaka beranotasi dengan anotasi dan kritik terperinci dari setidaknya tiga sumber.
Merangkum dalam tinjauan literatur melibatkan pembuatan daftar pustaka beranotasi. Proses ini tidak hanya mencakup penulisan kutipan yang benar dari setiap sumber, tetapi juga menyertakan anotasi yang mendiskusikan isi, relevansi, dan kualitas dari sumber tersebut. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat anotasi yang efektif dalam tinjauan literatur:
- Seleksi Sumber: Pilih setidaknya tiga sumber yang sangat relevan dengan topik penelitian Anda. Sumber-sumber ini harus mencerminkan berbagai perspektif dan mendukung pengembangan argumen atau pertanyaan penelitian Anda.
- Pencatatan Kutipan: Untuk setiap sumber, tulis kutipan lengkap sesuai dengan gaya penulisan yang dipilih (seperti APA, MLA, atau Chicago), yang mencakup semua informasi yang diperlukan seperti nama penulis, judul karya, tahun penerbitan, dan lain-lain.
- Ringkasan Isi: Sertakan ringkasan singkat dari isi utama sumber tersebut. Ini harus mencakup tujuan penelitian, metodologi, hasil utama, dan kesimpulan. Ringkasan ini harus cukup informatif sehingga pembaca dapat memahami esensi sumber tanpa harus membacanya secara keseluruhan.
- Evaluasi Relevansi: Berikan evaluasi tentang bagaimana sumber tersebut relevan dengan topik penelitian Anda. Diskusikan bagaimana sumber tersebut berkontribusi pada pemahaman topik atau bagaimana sumber tersebut membantu dalam membentuk kerangka teoretis atau metodologis penelitian Anda.
- Kritik Konten: Analisis kritis konten juga penting. Ini melibatkan penilaian terhadap kekuatan dan kelemahan dari sumber tersebut, seperti keandalan data, kekuatan argumen, dan sejauh mana studi tersebut bebas dari bias. Diskusikan juga keterbatasan penelitian dan pertimbangan apakah ada aspek yang kontroversial atau debatable.
- Refleksi untuk Penelitian Anda: Akhirnya, refleksikan bagaimana sumber tersebut akan mempengaruhi atau memandu penelitian Anda. Apakah sumber tersebut memberikan landasan untuk pertanyaan penelitian Anda, atau apakah itu menimbulkan pertanyaan baru yang perlu dijelajahi?
Daftar pustaka beranotasi ini kemudian menjadi bagian penting dari tinjauan literatur Anda, memberikan dasar yang kuat untuk pembaca tentang sumber-sumber yang telah Anda teliti dan bagaimana sumber-sumber tersebut relevan dengan penelitian Anda. Ini juga menunjukkan pemahaman yang mendalam dan kritis terhadap literatur yang ada, yang merupakan aspek penting dari penelitian yang berkualitas.
4. Mendefinisikan Argumen: Tulis kerangka kasar yang biasanya 1-2 halaman, berfokus pada ide-ide besar yang muncul dan argumen penemuan serta advokasi Anda.
Mendefinisikan argumen merupakan langkah penting dalam proses tinjauan literatur di mana Anda mulai membentuk kerangka argumen Anda berdasarkan bukti dan analisis yang telah Anda kumpulkan selama proses penelitian. Langkah ini menghasilkan kerangka kasar yang mencakup poin-poin utama yang akan Anda bahas dalam tinjauan literatur Anda. Berikut ini adalah bagian-bagian kunci dari proses ini:
- Sintesis Ide-ide Besar: Identifikasi dan sintesislah ide-ide besar yang telah muncul dari literatur yang telah Anda teliti. Ini termasuk tren umum, teori dominan, debat utama, atau temuan yang sering muncul.
- Pemetaan Argumen: Gunakan kerangka kasar untuk memetakan bagaimana Anda akan menyusun argumen Anda dalam tinjauan literatur. Struktur ini harus logis dan sistematis, dengan aliran yang jelas dari satu poin ke poin berikutnya.
- Tesis atau Proposisi Utama: Formulasikan sebuah tesis atau proposisi yang akan diuji atau dibahas dalam tinjauan literatur Anda. Ini harus mencerminkan posisi atau perspektif Anda terhadap topik yang dibahas.
- Pengembangan Argumen: Kembangkan argumen Anda dengan merinci bagaimana setiap bagian dari literatur yang Anda tinjau mendukung atau menantang tesis Anda. Ini termasuk data, teori, atau analisis yang mendukung argumen Anda.
- Penemuan dan Advokasi: Tentukan penemuan utama dari tinjauan Anda dan bagaimana Anda akan mengadvokasi atau membela penemuan tersebut dalam konteks yang lebih luas. Ini mungkin melibatkan rekomendasi untuk praktik, kebijakan, atau penelitian lebih lanjut.
- Keterkaitan dan Relevansi: Pastikan bahwa setiap bagian dari argumen Anda berkaitan langsung dengan pertanyaan penelitian dan relevan dengan celah yang telah Anda identifikasi dalam literatur.
- Penyusunan dan Penyuntingan: Kerangka kasar ini adalah draf awal dan harus direvisi dan disempurnakan seiring dengan perkembangan penelitian Anda. Penyusunan ulang dan penyuntingan dapat membantu mempertajam argumen dan memastikan koherensi keseluruhan.
Kerangka kasar ini biasanya 1-2 halaman dan berfungsi sebagai cetak biru untuk tinjauan literatur Anda, membantu Anda untuk mempertahankan fokus dan arah yang jelas saat Anda menulis tinjauan lengkap Anda.
5. Argumen Detail: Buat kerangka rinci 5-7 halaman yang menunjukkan penalaran logis Anda dan alur keseluruhan dari makalah Anda.
Pembuatan argumen detail adalah proses mendalam dalam penulisan tinjauan literatur yang mengembangkan kerangka kasar awal menjadi kerangka kerja yang lebih rinci dan terstruktur. Langkah ini menuntut Anda untuk menyajikan secara jelas dan sistematis argumen yang dibangun dari bukti dan analisis yang telah dikumpulkan. Berikut adalah aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan saat membuat argumen detail:
- Pengembangan Pendahuluan: Mulailah dengan pengantar yang menetapkan konteks dan pentingnya topik, serta menyajikan tesis atau pernyataan masalah Anda. Ini harus menggiring pembaca ke dalam argumen yang akan dikembangkan.
- Struktur dan Organisasi: Bagi kerangka rinci Anda menjadi bagian-bagian atau sub-bab, masing-masing dengan judul yang mencerminkan fokus argumen. Ini dapat berbasis tema, metodologi, kronologi, atau berdasarkan pertanyaan penelitian.
- Penalaran Logis: Setiap bagian harus mengikuti urutan logis, dengan argumen yang dibangun dari premis ke premis dan bukti yang mendukung setiap klaim. Pastikan transisi antara bagian-bagian mengalir dengan lancar, memandu pembaca melalui argumen Anda.
- Pembahasan Mendalam: Dalam setiap bagian, bahas secara mendalam bukti yang ditemukan dalam literatur, dan bagaimana itu mendukung atau menantang tesis Anda. Sertakan diskusi tentang penelitian terkemuka, temuan utama, dan teori yang relevan.
- Analisis Kritis: Sertakan analisis kritis dari literatur yang dipilih, menunjukkan kekuatan dan kelemahan dalam pekerjaan yang ada, serta celah yang mungkin masih ada. Ini juga harus mencakup kritik metodologis dan teoretis yang relevan.
- Integrasi Bukti: Tunjukkan bagaimana berbagai potongan bukti dari sumber yang berbeda dapat diintegrasikan untuk membentuk kesimpulan yang koheren. Ini mungkin melibatkan komparasi, kontrast, atau sintesis dari berbagai perspektif literatur.
- Kesimpulan Sementara: Untuk setiap bagian, akhiri dengan kesimpulan sementara yang mengikat poin-poin yang dibahas dan memperjelas kontribusi mereka terhadap argumen keseluruhan.
- Relevansi Praktis dan Teoretis: Diskusikan implikasi dari argumen Anda dalam praktik dan teori. Bagaimana hasil tinjauan Anda berlaku dalam konteks yang lebih besar, baik dalam disiplin akademis maupun dalam praktik profesional?
- Penulisan dan Gaya: Pastikan bahwa gaya penulisan Anda konsisten dan sesuai dengan standar akademis. Gunakan bahasa yang jelas dan tepat, dengan perhatian terhadap detail seperti terminologi spesifik bidang dan keakuratan konseptual.
- Kesimpulan dan Arahan Masa Depan: Meskipun kerangka rinci ini bukanlah kesimpulan akhir dari makalah Anda, setiap bagian harus menunjukkan bagaimana bukti dan analisis berkontribusi terhadap pemahaman keseluruhan topik dan apa langkah selanjutnya yang mungkin diperlukan dalam penelitian.
Kerangka rinci 5-7 halaman ini berfungsi sebagai tulang punggung dari tinjauan literatur Anda, memberikan pandangan yang jelas dan terperinci tentang penalaran dan struktur argumen Anda sebelum Anda menulis naskah lengkapnya.
6. Penyusunan Draf: Ini melibatkan beberapa draf dengan umpan balik dari rekan sejawat dan ahli, yang berakhir dengan versi akhir.
Penyusunan draf dalam proses penulisan tinjauan literatur adalah tahap di mana Anda menulis dan menyempurnakan dokumen Anda berdasarkan umpan balik yang diterima. Ini adalah proses iteratif yang melibatkan beberapa langkah:
- Draf Awal: Mulailah dengan menulis draf awal yang mengikuti kerangka rinci yang telah Anda buat. Fokus pada penyampaian argumen dengan jelas dan menyeluruh, tanpa terlalu khawatir tentang kesempurnaan dalam hal tata bahasa atau gaya pada tahap ini.
- Peer Review: Setelah draf awal selesai, mintalah umpan balik dari rekan-rekan Anda yang juga ahli dalam bidang tersebut. Mereka bisa memberikan perspektif baru, mengidentifikasi kekurangan atau kesalahan, dan menyarankan perbaikan.
- Revisi Berdasarkan Umpan Balik: Gunakan umpan balik yang diterima untuk merevisi draf Anda. Ini mungkin melibatkan pengorganisasian ulang bagian-bagian, mengklarifikasi argumen, memperkuat bukti, atau memperbaiki kesalahan tata bahasa dan penulisan.
- Konsultasi dengan Ahli: Anda juga mungkin ingin mendapatkan umpan balik dari ahli di bidang Anda. Ini bisa berupa mentor, pembimbing, atau profesor yang memiliki pengalaman luas dalam menulis dan penelitian. Mereka dapat memberikan kritik yang mendalam dan menyarankan perubahan signifikan jika diperlukan.
- Draf Berikutnya: Setelah revisi, tulis draf kedua atau ketiga. Proses ini mungkin diulang beberapa kali. Dengan setiap draf, fokuskan pada peningkatan kualitas argumen dan penyajian dokumen Anda.
- Penyuntingan Akhir: Setelah Anda puas dengan konten dan struktur dokumen, lakukan penyuntingan akhir. Pada tahap ini, perhatian terhadap detail sangat penting. Periksa tata bahasa, ejaan, puntuasi, dan format sesuai dengan gaya penulisan yang diharuskan.
- Pemeriksaan Kesesuaian: Pastikan bahwa semua kutipan dan referensi ditulis dengan benar dan semua sumber diakui, untuk menghindari plagiarisme. Gunakan perangkat lunak manajemen referensi untuk membantu dalam proses ini jika diperlukan.
- Versi Akhir: Setelah semua revisi dan penyuntingan selesai, Anda akan memiliki versi akhir tinjauan literatur Anda. Versi ini harus mencerminkan pemikiran kritis yang mendalam, analisis yang komprehensif, dan diskusi yang matang dari literatur yang ada.
- Penyerahan dan Publikasi: Versi akhir ini siap untuk diserahkan untuk tujuan akademis, seperti untuk publikasi dalam jurnal ilmiah, sebagai bagian dari tesis atau disertasi, atau untuk presentasi dalam konferensi.
Proses penyusunan draf yang berulang ini memungkinkan peningkatan bertahap dari kualitas dan kedalaman tinjauan literatur, mengarah ke dokumen akhir yang akurat dan meyakinkan.
7. Komunikasikan Temuan Anda: Gunakan visual untuk mengkomunikasikan temuan, mempublikasikan makalah Anda dan memberikan presentasi dengan penceritaan visual.
Komunikasi temuan adalah tahap akhir dari proses tinjauan literatur, di mana Anda membagikan hasil penelitian Anda dengan audiens yang lebih luas. Ini melibatkan dua aspek utama: publikasi makalah dan presentasi. Berikut adalah cara untuk efektif melakukan keduanya dengan pemanfaatan visual:
- Visualisasi Data: Ciptakan grafik, tabel, diagram, dan infografis yang dapat memvisualisasikan data dan konsep penting dari penelitian Anda. Visual yang baik dapat menyampaikan informasi yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dimengerti dan menarik.
- Publikasi Makalah: Saat menulis makalah untuk publikasi, sertakan visual yang relevan untuk membantu menceritakan ‘cerita’ dari temuan Anda. Ini dapat meliputi diagram alir yang menunjukkan proses penelitian, grafik yang menampilkan tren atau pola dalam data, atau model yang mengilustrasikan kerangka teoretis.
- Pilihan Platform: Tentukan di mana Anda akan mempublikasikan makalah Anda. Ini bisa dalam jurnal akademik peer-reviewed, konferensi, atau platform online seperti repository institusi atau situs pribadi.
- Pembuatan Presentasi: Saat menyusun presentasi, gunakan slide yang dirancang dengan baik yang memanfaatkan visual untuk menarik perhatian dan mempertahankan minat audiens. Hindari teks yang terlalu banyak dan fokus pada penggunaan visual untuk menyampaikan poin kunci.
- Penceritaan Visual: Gunakan prinsip-prinsip penceritaan untuk membimbing audiens melalui penemuan Anda. Ini berarti menyusun presentasi Anda dalam urutan yang memiliki pembukaan yang menarik, tubuh yang informatif, dan penutup yang kuat.
- Interaksi dengan Audiens: Selama presentasi, berinteraksilah dengan audiens Anda. Gunakan visual sebagai titik peluncuran untuk diskusi dan jawab pertanyaan dengan merujuk kembali ke visual tersebut untuk menjelaskan poin Anda lebih lanjut.
- Diseminasi Luas: Pertimbangkan untuk membagikan temuan Anda melalui berbagai saluran, seperti media sosial akademik, blog, atau webinar, dimana visual dapat dengan mudah dibagikan dan dikomentari.
- Aksesibilitas: Pastikan semua visual Anda dapat diakses, dengan penjelasan atau keterangan yang cukup bagi mereka yang mungkin memiliki keterbatasan visual.
- Konsistensi: Pastikan konsistensi dalam penggunaan warna, font, dan gaya dalam semua visual Anda untuk memberikan kesan profesional dan terpadu.
- Feedback: Setelah presentasi atau publikasi, buka untuk menerima umpan balik dan gunakan ini untuk memperbaiki atau mengembangkan komunikasi penelitian Anda di masa mendatang.
Dengan berkomunikasi secara efektif melalui visual, Anda tidak hanya meningkatkan pemahaman audiens tentang penelitian Anda tetapi juga meningkatkan dampak dan jangkauan temuan Anda dalam komunitas ilmiah dan di luar.
Menyusun tinjauan literatur yang efektif adalah sebuah perjalanan akademis yang terstruktur dan mendetail. Melalui ketujuh langkah yang diuraikan oleh Richard E. West dari Brigham Young University, mulai dari mendefinisikan masalah hingga komunikasi temuan, peneliti diberikan peta jalan yang jelas untuk mengembangkan kajian literatur yang komprehensif dan berwawasan. Menerapkan metodologi ini tidak hanya memperkuat fondasi penelitian dengan analisis yang mendalam dan kritis, tetapi juga meningkatkan kemampuan peneliti untuk menyampaikan pengetahuan baru dengan cara yang paling berdampak. Dengan mengikuti panduan ini, kita dapat memastikan bahwa setiap tinjauan literatur yang kita produksi akan memberikan kontribusi berharga bagi bidang studi yang bersangkutan dan komunitas peneliti yang lebih luas.
