Halaman: 465, 468, 473-475
Dr. Stanley Pogrow dari University of Arizona menyoroti masalah utama dalam pendidikan Amerika, yaitu penurunan kinerja pendidikan yang dialami oleh siswa yang kurang beruntung di Kelas 4-8. Meskipun siswa semacam ini mungkin mengalami peningkatan di Kelas 1-3, kinerja mereka cenderung stabil di kelas empat dan kemudian mulai menurun, sering kali mengarah ke putus sekolah.
Pogrow menekankan bahwa:
- Kurikulum sekolah menjadi semakin kompleks setelah kelas tiga, dan strategi pembelajaran yang berhasil di kelas-kelas sebelumnya mungkin tidak lagi memadai.
- Untuk meningkatkan pembelajaran setelah kelas tiga, diperlukan intervensi yang lebih canggih dan diterapkan dengan sistematis dan intensif.
- Lingkungan pembelajaran yang kuat memerlukan kurikulum yang kreatif namun rinci, serta guru yang sangat baik yang dilatih untuk mengajar dengan cara yang berbeda.
Dalam penelitiannya, Pogrow menemukan bahwa dengan lingkungan pembelajaran yang tepat, baik ukuran tradisional maupun nontradisional meningkat. Namun, meskipun program seperti HOTS (Higher Order Thinking Skills) dapat membantu siswa mencapai titik di mana mereka memiliki keterampilan untuk berhasil di sekolah, mereka masih perlu mempertahankan keinginan untuk berhasil.
Pogrow juga menekankan pentingnya menggunakan komputer dan situasi fantasi untuk memotivasi siswa berpikir mendalam. Dia menyarankan untuk mengorganisir siswa yang kurang beruntung di Kelas 4-8 ke dalam kelompok homogen selama 35-40 menit sehari, 5 hari seminggu, selama 1,5-2 tahun. Dalam lingkungan ini, siswa membaca cerita yang menarik dan dramatis di komputer dan berinteraksi dengan guru melalui dialog yang mendalam.
