Halaman: 337, 339, 341
Laurie Miller Nelson dari Brigham Young University mengeksplorasi konsep “Collaborative Problem Solving”. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bekerja dalam kelompok kecil, baik dalam konteks proyek kerja, kelompok masyarakat, kelas, atau keluarga. Penyelesaian masalah kelompok adalah salah satu situasi paling umum dan alami di mana kita menyelesaikan pekerjaan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan dan bisnis telah mengakui keuntungan belajar dan kreativitas yang meningkat yang berkembang dari belajar dan bekerja secara kolaboratif dalam kelompok atau tim.
Nelson memperkenalkan pendekatan yang menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan lingkungan pembelajaran berbasis masalah. Meskipun ada pendekatan lain yang mendukung pembelajaran kolaboratif, seperti pembelajaran kooperatif dan pembelajaran berbasis masalah, seringkali mereka tidak menyediakan panduan yang cukup tentang proses penyelesaian masalah kolaboratif yang sebenarnya di mana siswa terlibat. Oleh karena itu, Nelson menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif yang mengintegrasikan strategi terbaik dari kedua pendekatan tersebut sambil memberikan panduan tambahan tentang bagaimana mendukung siswa melalui proses penyelesaian masalah itu sendiri.
Beberapa prinsip kunci dari pendekatan ini meliputi:
- Metode Interaktif: Pelajari dan gunakan keterampilan sosial dan aktivitas pembentukan tim dengan tujuan.
- Kegiatan Proses: Mulai dengan membangun kesiapan, membentuk dan menormalkan kelompok, menentukan definisi masalah awal, dan mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan.
Pendekatan ini menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam proses pembelajaran, memungkinkan siswa untuk bekerja bersama untuk menentukan masalah mereka sendiri, kebutuhan belajar, dan rencana tindakan.
